Tampilkan postingan dengan label sport fishing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport fishing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Assist Hook Sederhana #2

Assist-hook merupakan salah satu elemen penting bagi pemancing untuk turut serta mensukseskan sebuah acara trip mencari ikan(laut dalam/predator). Assist-hook menjadi penghubung utama antara joran pemancing dengan ikan itu sendiri. Berbagai jenis, ukuran, dan harga banyak tersedia di pasaran. Namun dasar penasaran saya mencoba beberapa kali mencoba membuat sendiri, dengan maksud selain berhemat, juga bisa menciptakan kreasi sendiri.

Setelah sebelumnya saya mencoba menampilkan membuat assist-hook sederahana, sekarang saya kembali mencoba dengan yang sederhana lainnya, berdasar pengalaman beberapa waktu memancing di laut. Bahan-bahan yang diperlukan, antara lain adalah :

 
a. Tang atau gunting untuk memotong
b. Hook, sesuai kebutuhan
c. Tali kevlar
d. Rubber squid
e. Solid Ring
f.  Isolasi bakar
g. Umpan bulu / aurora threads

Siapkan hook dan tali kevlar. Bahan ini menjadi material yang paling penting untuk sebuah assist-hook. 

Buat satu ikatan pada tali kevlar, atau bisa juga lebih. Ikatan ini bertujuan untuk memberikan kekuatan pada sambungan tali kevlar dan hook.

Masukan ikatan tali kevlar lewati ujung hook, ujung kevlar yang lain masukkan ke dalam ring hook.
 
Tarik ikatan tali kevlar sehingga membentuk satu simpul di ujung ring hook. Variasi pada ikatan tali  kevlar bisa dimanfaatkan pada bagian ini, dengan tujuan untuk menambah kekuatan sambungan. 

Selain dengan menambah ikatan pada tali kevlar, kita juga bisa menggunakan lem super. Jadi deh, assist-hook yang sederhana.
 
Banyak pilihan untuk menambahkan sedikit assesoris yang bisa menggoda ikan target, antara lain adalah : rubber squid, aurora threads, isolasi bakar, dan lain sebagainya.

Ujung rubber squid dipotong untuk bisa diselipkan pada ujung ring hook.
 
Siapkan solid-ring, sebagai penghubung antara assist-hook dan metal-jig.
 
Buat simpul pada tali kevlar untuk mengikat solid-ring.
 
Tambahan, tambahkan superglue pada ujung rubber squid agar tidak lepas dari hook.
 
Inilan aplikasinya setelah disambungkan dengan sebuah metal-jig.

Demikian, semoga bermanfaat.
keep fishing, and lets strike.
  

Selasa, 16 Januari 2018

Mancing Sotong, di Rompin - Malaysia

Perjalanan dan petualangan memancing di Kuala Rompin, Malaysia banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman baru dalam menjelajah suatu tempat memancing.
Bersama teman-teman dari Insane Fishing Club Jakarta, kami mengunjungi spot internasional ini.
Memancing Layaran atau Sailfish adalah target utama para angler dari seluruh penjuru dunia saat mengunjungi spot Kuala Rompin.

Namun saya tidak akan membahas tentang ikan Layaran dan bagaimana cara memancingnya. Saya akan berbagicerita tentang Sotong dan keseruan menangkapnya dengan umpan buatan.

Sotong adalah binatang moluska dan bukan jenis ikan. Sotong hidup di perairan, khususnya muara sungai, laut, dan danau. Sotong bisa ditemukan di perairan khususnya sungai dan laut. Namun kadang sotong juga ditemukan di perairan danau. Sotong merupakan hewan laut dari ordo Sepiida,  kelas Cephalopoda, yang juga di dalamnya termasuk cumi-cumi, octopodes, dan nautiluses. Sotong memiliki cangkang internal yang unik, atau cuttlebone, dan oleh karena itu sotong juga sering disebut sebagai cuttlefish. Tetapi, walaupun namanya ikan, sotong bukanlah ikan melainkan moluska.
Sotong memiliki delapan lengan, dan dua tentakel yang dilengkapi dengan pengisap untuk menangkap mangsanya. Mereka umumnya mempunyai ukuran antara 15-25 cm, dengan spesies terbesar, Apama Sepia, yang mencapai 50 cm dengan berat lebih dari 10,5 kg.

Di kalangan masyarakat lokal, sotong kadang kala disamakan dengan cumi-cumi. Padahal keduanya merupakan spesies yang berbeda. Sotong memiliki tubuh yang pipih, sementara cumi-cumi lebih berbentuk silinder. Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun dari kapur yang keras, sedangkan cumi-cumi memiliki cangkang yang lunak.

Sotong biasa menjadi makanan untuk jenis seafood. Sotong menjadi salah satu makanan utama di daerahAsia Timur, Asia Tenggara, dan juga Mediterania. Sotong memilik unsur kalsium dan protein yang tinggu. Namun sotong menjadi salah satu sumber kolesterol bagi tubuh manusia jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Kembali ke Kuala Rompin, di beberapa spot berburu ikan untuk umpan, biasanya terdapat juga spot-spot sotong. perairan yang masih sehat karangnya dan habitat ikan-ikan kecil dan fauna yang lain membuat sotong bisa hidup dan berkembangbiak dengan baik.

Bersama kapal yang di kemudikan Kapten Aisman dan Abk Sunni, kami menuju spot Kuala Rompin. sebelum sampai spot memancing, kami mampir ke spot untuk mencari ikan umpan Layaran, seperti kembung, selar, dan lain sebagainya.

Kapten dan Abk memiliki desain yang unik untuk menyusun rangkaian umpan memancing sotong. Pada umpan cumi-cumi, bisa dipasang atau ditambahkan dengan sedikit pemberat.  Kemudian diikat dengan senar mono sepanjang kira-kira 30 - 60cm. Disini, ditambahkan lagi dengan pemberat sekitar 60 - 100gr, tergantung kebutuhan. Selanjutnya disambungkan ke senar leader atau PE. Dan siaplah kita untuk berburu sotong di kedalaman sekitar 30 - 40 meter.

Memancing di perairan ini membutuhkan kesabaran. Setelah umpan tiruan cumi-cumi diturunkan, pemancing harus menggoyang-goyangkan umpan untuk menggoda sotong. Keseruan saat strike adalah umpan yang digigit sotong, dimana umpan kita akan dibawa lari. Pemancing harus sabar meladeni pertarungan dengan sotong. Sotong di spot ini memiliki ukuran yang cukup besar disaat musim yang pas. Kadang kala pemancing bisa mendapatkan dalam ukuran 300-500 gram.

Rangkaian umpan mancing sotong
Setelah sampai di darat, sotong-sotong ini kami antar ke restoran di sekitar dermaga Kuala Rompin, untuk dimasak menjadi menu makan malam.

sumber referensi :
wikipedia, mongabay.co.id

Jumat, 07 April 2017

Fishing Yellow Fin Tuna - Wetar - by Riki


Yellow fin tuna atau Tuna sirip kuning atau juga biasa di singkat dengan YFT, merupakan spesies dalam keluarga Tuna. Dengan ciri-ciri disik yang mirip torpedo, YFT merupakan perenang cepat dan salah satu penjelajah lautan. YFT biasa berburu mangsa di pagi hari, sebelum matahari terbit.

Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) adalah spesies yang banyak ditemukan di perairan pelagik samudera tropis dan subtropis di seluruh dunia. Tuna sirip kuning merupakan ikan kesukaan kesukaan para penggemar olahraga memancing. Kecepatan berenangnya menjadi salah satu tantangan para angler saat "fight" setelah strike. Efek joran melengkung dan bunyi derik reel hasil strike dengan ikan berbentuk seperti torpedo ini, menjadi incaran para angler saat bermain di laut lepas. Beberapa pemancing mempercayai jika YFT merupakan ikan tercepat dan terkuat untuk bahan dalam permainan olahraga memancing. Selain itu kualitas dagingnya menjadi incaran para pecinta kuliner ikan dan juga restoran-restoran masakan Jepang, seperti shasimi. 

Yellowfin Tuna adalah salah satu spesies tuna yang bisa mencapai berat lebih dari 180 kg (400 lb). Namun  lebih kecil dari yang ada di sekitar samudra Atlantik yakni Tuna Sirip Biru,  yang bisa mencapai lebih dari 450 kg (990 lb). Pada kedua sirip punggung dan sirip dubur, serta sirip tambahan antara sirip dan ekor, berwarna kuning cerah. Ini yang menjadikan ikan ini mendapat sebutan Sirip Kuning. Sementara di punggung kedua dan sirip anal pada spesies dewasa, hingga mendekati ekor, membentuk seperti sabit atau pedang. Sirip dada juga lebih panjang dari sirip biru tuna sejenis. Warna tubuh utamanya adalah biru metalik yang gelap, berubah menjadi perak di perut, dan memiliki sekitar 20 garis vertikal. 

video : Riki yang berada di kapal Natalia mencoba menggunakan joran spinning dan umpan metal-jig Gomame. Tak perlu lama untuk menggoda ikan di sekitar perairan Wetar, Nusa Tenggara Timur ini. Di saat jam ikan frenzy, umpan metal-jig yang baru di turunkan di setengah air, langsung di hajar ikan yang sedang mencari mangsa. STRIKEEE .. dan setelah strike bunyi reel yang berdecit menjadi pemacu adrenalin pemancing untuk bertarung dengan semangat untuk segera menaklukan ikan. dan setelah bertarung beberapa waktu akhirnya seekor ikan target, YFT sukses landed di atas kapal.


Selasa, 14 Maret 2017

Fishing Barracouta - Kreol Strike Kaito - Ales Tanjung - Ujung Kulon




Barakota/Barracouta

Ikan Barakota merupakan ikan nocturnal yang cukup membuat para pemancing kerepotan. Karena giginya yang tajam seri memutuskan tali pancing, baik PE maupun senar leader. Meski demikian ikan ini merupakan salah satu ikan favorit para pecinta olahraga memancing. Pertarung yang alot dan lama seringkali ditunjukkan ikan perairan laut dalam ini.

Ikan Barakota atau Thyrsites atun (Euphrasén, 1791), memiliki ciri tubuh yang panjang dengan sirip atas dengan duri-durinya yang banyak dari punggung hingga ekornya. ikan ini banyak ditemukan di laut belahan bumi selatan, dengan panjang dapat mencapai panjang 200 cm lebih. Meskipun berbentuk aneh, ikan ini merupakan komoditas penting secara komersial.

Ikan bergigi tajam namun jarang-jarang ini gemar memakan krustasea, cumi dan juga ikan-ikan kecil seperti teri. Barakota bisa di temukan di perairan laut dalam lebih dari 100 m dan menyukai suhu air laut antara 13 hingga 18 derajat Celsius.

Ikan Barakota bisa ditangkap, salah satunya dengan menggunakan tehnik koncer, dengan umpan potongan ikan. Dengan desain 3 hook berurut di pasang pada tali sling dan pemberat tertentu,umpan potongan ikan tongkol di pasang pada masing-masing hook. Dan selanjutnya hook dan umpan diturunkan di kedalaman air laut sekitar 130 - 150 meter. dann .. tinggal tunggu saja ikan target kita menggigit umpan yang sudah dipasang.

Selasa, 07 Maret 2017

Light Jigging - lethal force - gomame - wetar -

Tuna Gigi Anjing atau biasa di sebut dengan "dogie" saja merupakan salah satu ikan predator nocturnal yang sangat digemari para pecinta olahraga memancing. "dogie" tergolong ikan petarung yang tangguh. Dimana saat pemancing memainkan tehnik jigging, tenaga ikan ini sangat kuat seperti seekor anjing yang mengamuk.

Tuna gigi anjing masuk dalam keluarga Scombridae, genus Gymnosarda dan species Gymnosarda unicolor. Sementara untuk ukurannya bisa mencapai berat 150 kg, dengan memiliki dua sirip punggung yang terpisah. "dogie" memiliki mulut yang besar dengan gigi-gigi yang tajam berbentuk kerucut di kedua rahangnya. ikan ini banyak tersebar di perairan Samudra Hindia hingga Pasifik Tengah, namun kadangkala ditemukan di perairan Australia laut tropis. Dogtooth Tuna adalah spesies pelagis lepas pantai yang hidup di sepanjang tubiran terumbu karang.

Lethal Force light jigging adalah salah satu joran keluaran produk Kreol Strike. Joran spinning dengan panjang 6 feet ini mampu memberikan rasa nyaman pada pemancing saat bertarung dengan ikan-ikan target buruan. handling yang mudah membuat joran ini bisa mengikuti pergerakan ikan saat strike, tanpa harus khawatir akan patah. Dengan berat sekitar 150gr, joran ini cukup ringan untuk digunakan saat memancing. Sementara senar pancing yang disaranakan adalah PE 0.4 hingga 1. Drag maksimal joran ini adalah 6kg dengan menggunakan lure antara 40 - 60gram saja.
http://www.kreolstrike.com/rods

Perairan Wetar, Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah yang masih cukup menjajikan sebagai ajang untuk bermain sport fishing. Berbagai varian ikan mulai dari ikan permukaan sampai ikan laut dalam banyak di temukan di spot ini. Variasi spotnya juga sangat beragam, sehingga bisa membuat pemancing betah untuk menjelajahinya. Diperairan laut dalam, para angler bisa menikmati strike ikan-ikan nocturnal dan juga ikan-ikan predatornya. sementara di perairan laut dangkal sekitar karang-karang atol, para angler bisa berburu ikan-ikan dari keluarga trevally.

Jig Gomame
Jig dengan bentuk ikan sarden ini didesain untuk meningkatkan kecepatan. Potongan profil jig yang ramping sangat membantu perjalanannya saat melintasi air yang berarus deras, sehingga sangat ideal untuk di gunakan dengan kecepatan tinggi saat bermain dengan ukuran yang mikro. Jig Gomame yang menyerupai bentuk "S" di setting menyerupai ikan yang sedang terluka "jalannya", sehingga bisa menggoda ikan predator yang tengah melintas. Finishing dengan kualitas tinggi berupa flash dan pergerakan membuat jig ini menjadi menarik aksinya.Jig ini cocok untuk berburu ikan-ikan seperti : Tuna, Trevally, Sea Bass, Spanish Mackarel, dan juga King Mackarel.

Cast-jigging use Kuying Sniper rod







It's fuun. Ya inilah serunya dan menyenangkannya perjalanan eksplorasi menggunakan kapal Berdikari II, dari pelabuhan Pangalasiang menuju perairan Toli-toli, Sulawesi Tengah. Malam hari menjadi waktu yang tepat untuk berburu ikan-ikan predator dan kuat bertarung dengan kekuatan yang bisa membuat pemancing kewalahan.

Ales yang berada di belakang kapal mencoba memainkan joran jiggingnya, menggunakan umpan metal-jig gomame seberat 80gr. Joran yang di gunakan Ales adalah joran Kuying Sniper, yang memiliki spesifikasi panjang 6 feet dengan berat 110gram. Sementara line yang bisa di pergunakan adalah PE 0.8 - 2, dengan maksimal jig yang bisa di pergunakan adalah 80gram. Joran ini sangat cocok untuk dimainkan para ladies angler. selain ringan, handle-nya juga mudah.

Tehnik memancing cast-jig merupakan perpaduan antara tehnik casting dan jigging. Tehnik casting yang digunakan adalah mengacu dari mobilitas dari melempar dan menggulung umpan buatan. Sementara dari tehnik jigging adalah umpan yang digunakan, yakni metal-jig dengan berat di bawah 100gr dan penerapan yang berada di wilayah laut dengan kedalaman 50 - 100meter. Jadi kira-kira tehnik memancing cast-jig adalah dengan cara melempar umpan metal-jig sejauh mungkin, menunggunya turun hingga di dasar atau kedalaman yang kita inginkan, kemudian meritrive-nya seperti dalam tehnik casting.







Senin, 27 Februari 2017

Blue Fin Trevally_Krakatoa_Lampung

Bersama teman-teman dari Insane Fishing Club, Jakarta, saya mendapat kesempatan untuk mencoba salah satu tehnik memancing di sekitar perairan pulau Krakatoa, Lampung Selatan.

Langsung menuju spot-spot di karang dangkal, kami mencoba dengan tehnik popping dan casting. Dengan target ikan giant trevally, tenggiri, blue fin trevally.

Saya mencoba memainkan tehnik casting, menggunakan joran casting Zabre(kreol strike), minnow hardcore. Yang lain bermain popping di bagian depan boat, sementara saya bermain casting di bagian belakang kapal.

Setelah beberapa kali mencoba melemparkan minnow ke sekitar ombak, arus deras- akhirnyaaa STRIKEE. Seekor  ikan berhasil hook-up di minnow saya. Dengan terus menggulung reel untuk menjaga tension dengan ikan, saya mencoba memainkan joran, supaya ikan segera merapat ke pinggir kapal. Akhirnya seekor blue fin trevally yang sukses mendarat di atas kapal. Sungguh menyenangkan bisa menaikkan salah satu ikan target.

Blue fin trevally(the trevally sirip biru), memiliki nama latin Caranx melampygus. Nama lainnya cukup banyak, antara lain : jack sirip biru, king sirip biru, crevalle bluefinned, dan ulua biru.
The trevally sirip biru, banyak tersebar di perairan tropis samudra Hindia dan Pasifik, mulai dari Afrika Timur hingga ke Amerika Tengah, termasuk dari Jepang sampai Australia.
Ikan ini bisa tumbuh dengan panjang lebih dari 1meter dan berat lebih dari 40kg.
Spesies ini mudah dikenali dari sirip birunya, moncong yang meruncing, dan banyak bintik-bintik biru dan hitam di kedua sisi bagian atas.
Blue fin trevally gemar mendiami lingkungan perairan pantai, seperti teluk, laguna, dan terumbu dangkal.
Spesies ini merupakan ikan predator yang kuat, dengan gemar berburu cumi dan krustasea.

Kamis, 09 Februari 2017

Mancing ikan "Setan" Escolar di Alor, Nusa Tenggara Timur


Alor, Luar Biasa .. itulah kesan pertama yang muncul saat mencapai spot memancing yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur ini. bersama teman-teman dari INSANE FISHING CLUB, kami mencoba menjelajah beberapa spot ikan-ikan monster yang ada di perairan ini.





memancing dengan target ikan escolar adalah pengalaman pertama saya. setelah sebelumnya hanya membaca dari beberapa referensi yang ada di beberapa media, saat ini saya benar-benar merasakan sendiri sensasi strike dan mencoba menaikkan ikan yang terkenal karena rupanya yang menyeramkan.

dari pertama strike hingga sampai di atas ecsolar cukup menyulitkan bagi angler. bobotnya yang diatas rata-rata cukup banyak menguras tenaga. selain itu saat sampai di permukaan, escolar masih akan berontak untuk mencoba melepaskan diri, matanya yang terkena cahaya membuat tenaganya bertambah dan berontak. umpan yang umum biasa digunakan adalah potongan ikan barakota.