Sabtu, 22 Juli 2017

Kerak Telor


Kerak Telor adalah panganan tradisional khas dari masyarakat Betawi, di daerah Jabodetabek dan sekitarnya.Kerak telor sering hadir di acara-acara dengan tema Betawi, mulai dari acara adat, budaya, kesenian, hingga acara-acara modern. Kerak Telor saat ini sudah menjadi kegemaran semua warga Pulau Jawa, selain warga Betawi sendiri. Panganan ini juga telah merambah di beberapa daerah, yang muncul di acara-acara tertentu. Warga sangat suka karena rasanya yang khas dan enak, selain itu atraksi membalik wajan juga ditunggu para pembeli.

Penjual Kerak Telor Keliling

Kerak telur dibuat menggunakan bahan dari : beras ketan putih,  telur ayam atau telur bebek, ebi (udang kering) yang sudah di sangrai kering dan ditambah dengan bawang merah goreng, kemudian di tambah dengan bumbu seperti kelapa sangrai, cabe merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir.

Salah satu yang unik dari cara pembuatan kerak telor, sang penjual membalikkan wajan saat kerak telor dalam keadaan setengah matang, untuk membuat matang sisi bagian atas kerak telor.

Resep Kerak Telor
Bahan :
- 100 gr beras ketan 
- 250 ml air
- 100 gr kelapa parut
- 15 gr ebi, seduh, sangrai, haluskan
- Telur bebek atau telur ayam (tergantung kesukaan)
- 30 gr bawang merah, goreng kering
- minyak goreng untuk menumis
- bawang merah goreng, untuk taburan


Bahan-bahan Kerak Telor
Bumbu yang dihaluskan :
- 4 buah cabai merah keriting
- 1/2 sendok teh merica butir
- 3cm kencur
- 1 cm jahe

Cara Membuat :

1. Rendam beras ketan dalam air, selama semalam, kemudian tiriskan.
2. Panaskan minyak goreng, kemudian tumis bumbu halus hingga harum.
3. Siapkan perlengkapan untuk memasak ( tungku dan arang bakaran) - tambahkan 1,5 sendok makan beras ketan pada wajan yang sudah panas.
 
4. Siram dengan 3 sendok makan air rendaman beras ketan, biarkan hingga agak kering.
5. Masukkan satu butir telur (tergantung kesukaan)
6. Tambahkan 1/2 sendok teh bumbu halus yang sudah ditumis. 1/2 sendok teh ebi, 1/2 sendok makan bawang merah goreng, 1/8 sendok teh gula pasir. 1/8 sendok teh garam.
7. Aduk rata dan atur ketebalan adonan kerak telor.

  
 8. Tutup wajan hingga matang. Kemudian balik wajan di atas bara api. Tunggu hingga adonan kerak telor benar-benar matang.
  
9. Balik kembali wajan, dan terakhir taburi adonan dengan kelapa sangrai dan bawang goreng.
  
10. Segera angkat adonan yang sudah matang agar tidak hangus.
    Kerak Telor
11. Kerak Telor siap disajikan

SUMBER :
wikipedia
http://resepmembuat.com/

Selasa, 04 Juli 2017

Lebaran di Pangkal Duri

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tahun ini (2017) kami berencana merayakan lebaran di kampung kakek dan nenek di Pangkal Duri, provinsi Jambi. Kami sudah lama sekali tidak berkunjung ke desa yang terletak di pesisir timur perairan Jambi ini, mungkin sudah sekitar empat tahun yang lalu.
Setelah menempuh perjalanan satu jam seperempat dari Jakarta, akhirnya pesawat sukses mendarat di bandara Sultan Thaha - Jambi. Perjalanan berikutnya dilanjutkan dengan mobil ke kota Kuala Tungkal. Dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam, untuk mencapai kota pesisir timur provinsi Jambi ini.
Kami sempat mampir di sebuah masjid yang masih dalam proses pembangunan, untuk melaksanakan shalat Jumat.

Menjelang sore kami sudah sampai di kuala tungkal.di kota ini, kami langsung menuju dermaga, untuk naik speedboat menuju desa Pangkal Duri. Speedboat membutuhkan waktu perjalanan sekitar setengah jam untuk mencapai desa kecil di pesisir laut China Selatan ini. 
Akhirnya menjelang magrib, sampailah kami di desa Pangkal Duri.
Selepas magrib, semua penduduk menantikan kabar resmi dari pemangku dan pejabat resmi, tentang jatuhnya tanggal 1 Syawal 1438H, pada tahun ini. Hingga menjelang Isya, akhirnya didapatkan informasi resmi bahwa esok hari tanggal 25 Juni 2017 bertepatan dengan 1 Syawal 1438H.

 Salah satu ciri khas, atau mungkin keunikan dari desa Pangkal Duri adalah acara mengundang tetangga untuk berdoa bersama, sebagai tanda syukur atas semua rahmat Allah SWT, tanda syukur akan datangnya hari kemenangan Idul Fitri, mendoakan para pendahulu yang telah wafat, dan lain sebagainya. Acara ini bisa berlangsung di beberapa rumah dari samping kanan dan kiri rumah kakek. Salah satu keunikannya, tuan rumah bakal menyuguhkan berbagai masakan khas daerah setempat, mulai dari burasa, ketupat, lemang, lengkap dengan lauk pauknya, seperti : rendang, ayam asam pade, opor ayam, udang goreng, juga sayur. Selain itu kue-kue khas juga di suguhkan. Semua suguhan ini di sajikan dalam beberapa nampan, yang disusun memanjang, dimana para tamu duduk saling berhadapan, menghadap nampan. Salah satu tips untuk mengikuti acara ini adalah jangan makan terlalu banyak, karena di pastikan kita akan kekenyangan, setelah berkunjung di beberapa rumah tetangga.Hingga malam, biasa acara ini terus berlanjut, tergantung dari masing-masing tuan rumah yang bermaksud mengadakan undangan.
Acara ini masih akan terus berlanjut keesokan pagi, setelah shalat Subuh. Selepas shalat Subuh di mushalla dekat rumah kakek, beberapa tuan rumah yang di lewati akan langsung mempersilahkan jemaah sholat subuh untuk mampir dan berdoa bersama. Sama dengan acara di malam hari, jamuan ba'da shalat Subuh ini juga menyuguhkan berbagai menu makanan berat dan penutupnya yang di sajikan dalam nampan-nampan besar. Jama'ah akan berkeliling di beberapa rumah hingga sampai di rumah masing-masing.
Sampai di rumah, nenek pun segera menyajikan menu sarapan khas, antara lain ketan lemang, buras, ketupat, dengan lauk pauk nya yang lengkap mulai dari opor, rendang, hingga menu penutupnya berbagai kue-kue tradisonal masyarakat Pangkal Duri.

Satu lagi, yang unik adalah acara sholat Idul Fitri. Desa Pangkal Duri merupakan daerah aliran sungai, beberapa lokasinya masih berupa lahan-lahan basah, rawa, sehingga tidak banyak lahan atau tanah yang lapang. Sehingga biasanya sholat Idul Fitri maupaun sholat Idul Adha di selenggarakan di dalam masjid.
Acara shalat Idul Fitri di selenggarakan sekitar jam 09.00 pagi. Seluruh warga desa beramai-ramai menuju masjid, hingga tak tertampung di dalam masjid. mereka biasanya akan menggelar shaf tambahan di sekitar pelataran masjid. Sebelum di mulai, berbagai kata sambutan disampaikan oleh para tetua dan pemuka masyarakat. mulai dari imam masjid, kepala desa, hingga tetua adat. Selanjutnya adalah acara utama, yaitu shalat Idul Fitri. Acara di masjid berikutnya adalah khotbah, dengan berisikan pesan-pesan kemenangan Idul Fitri hingga pentingnya silaturahmi. Acara pun ditutup dengan saling bersalam-salaman mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Jemaah akan kembali berkeliling ke beberapa rumah pemuka desa, mulai dari Kepala Desa, hingga para tetua kampung. Hampir serupa seperti acara setelah shalat Subuh, acara ini di buka dengan berdoa bersama, dilanjutkan dengan suguhan berbagai menu makanan berat, mulai dari ketupat, lemang, burasa lengkap dengan lauk pauknya,  juga dengan hidangan penutupnya yang di sajikan dalam nampan-nampan besar. Acara ini biasanya bisa berakhir pada siang hari,tergantung dari para warga yang mengundang, dengan mencegat warga-warga yang melintas di depan rumahnya. Setelah cukup dengan berkunjung di para pemimpin desa dan tetua, warga kembali ke rumah masing-masing.
Sampai di rumah kakek, acara sungkeman pun di laksanakan. Semua anggota keluarga berkumpul, mulai dari yang tua hingga cucu-cucunya berjajar, sungkem dan memohon maaf lahir dan batin pada nenek dan kakek.

Demikian sedikit cerita dari desa Pangkal Duri. trimakasih.
wassalam.