Tampilkan postingan dengan label ujung kulon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujung kulon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Maret 2017

Fishing Barracouta - Kreol Strike Kaito - Ales Tanjung - Ujung Kulon




Barakota/Barracouta

Ikan Barakota merupakan ikan nocturnal yang cukup membuat para pemancing kerepotan. Karena giginya yang tajam seri memutuskan tali pancing, baik PE maupun senar leader. Meski demikian ikan ini merupakan salah satu ikan favorit para pecinta olahraga memancing. Pertarung yang alot dan lama seringkali ditunjukkan ikan perairan laut dalam ini.

Ikan Barakota atau Thyrsites atun (Euphrasén, 1791), memiliki ciri tubuh yang panjang dengan sirip atas dengan duri-durinya yang banyak dari punggung hingga ekornya. ikan ini banyak ditemukan di laut belahan bumi selatan, dengan panjang dapat mencapai panjang 200 cm lebih. Meskipun berbentuk aneh, ikan ini merupakan komoditas penting secara komersial.

Ikan bergigi tajam namun jarang-jarang ini gemar memakan krustasea, cumi dan juga ikan-ikan kecil seperti teri. Barakota bisa di temukan di perairan laut dalam lebih dari 100 m dan menyukai suhu air laut antara 13 hingga 18 derajat Celsius.

Ikan Barakota bisa ditangkap, salah satunya dengan menggunakan tehnik koncer, dengan umpan potongan ikan. Dengan desain 3 hook berurut di pasang pada tali sling dan pemberat tertentu,umpan potongan ikan tongkol di pasang pada masing-masing hook. Dan selanjutnya hook dan umpan diturunkan di kedalaman air laut sekitar 130 - 150 meter. dann .. tinggal tunggu saja ikan target kita menggigit umpan yang sudah dipasang.

Mancing Ruby Snapper Besar di Samudra Hindia



Perairan laut dalam sekitar Samudra Hindia antara Pulau Jawa dan Sumatera sangat menjanjikan menjadi tempat bermain sport fishing. Spot-spot di kedalaman 100 hingga 200 meter masih menjadi surga bagi ikan-ikan predatornya dan juga ikan-ikan nocturnal. Dengan perlengkapan dan peralatan yang memadai, para angler bisa menjelajah spot-spot ini.


Ruby Snapper
Salah satu ikan target yang menjadi favorit para angler adalah Ruby Snapper atau juga biasa disebut dengan Snapper Ekor Panjang. Ruby Snapper sangat mudah dikenali karena dominasi warna merah di atas badannya memanjang dari depan hingga ekor, di bagian tengah berwarna merah mudah hingga dibagian bawah berwarna putih.

Ikan ini banyak tersebar di perairan tropis Indo-barat dan juga Pasifik Tengah. Sementar di perairan Australia, Ruby Snapper bisa ditemukan di bagian utara hingga barat Australia Barat, dan di bagian timur Queensland. Dan kadang-kadang juga ditemukan di bagian selatan Australia. Makanan yang sering menjadi targetnya adalah cumi-cumi, ikan-ikan kecil, dan juga krustasea.

Ruby Snapper merupakan ikan komersil dan banyak didistribusikan di pelelangan ikan. Ikan yang berada dalam keluarga Lutjanidae memiliki daging yang tebal dan rasa yang manis. Sangat cocok untuk di olah dengan bumbu-bumbu tradisional Indonesia.

Isamu Jigger
Joran yang saya gunakan adalah joran jigging Isamu Jigger keluaran dari pabrik Kreol Strike, Australia. Blanknya merupakan sebuah produk yang ramping untuk sebuah joran jigging, dan di desain untuk bermain dengan ikan-ikan laut dalam. Joran ini sangat nyaman untuk meng-handle-nya, saat fight dengan ikan besar. Selain itu kekuatan yang bertumpu di tengah hingga ke depan rod, membuat joran ini ringan dan nyaman dalam penggunaannya untuk bermain dengan ikan laut dalam. 
Joran Isamu Jigger, memiliki spesifikasi panjang 5inch, berat lure 450gr, PE 6-8, 1 pieces, dan maksimal drag adalah 18kg.

Umpan yang saya coba mainkan adalah dengan umpan potongan ikan tongkol. Dengan desain tiga mata kail besar yang di sambung dengan tali sling dan pemberat nomor 12, memberikan kepercayaan diri untuk mendapatkan hook-up ikan target dengan maksimal.

Selamat memancing!!

stop BOM, stop RACUN