Rabu, 12 April 2017

Kakap Merah Rumpon Cangkol - Cirebon

Cirebon, salah satu kota para Walisongo menyebarkan Islam ini berada di pesisir laut Jawa. Kota yang berada di wilayah Provinsi Jawa Barat in telah menjadi kota transit sejak abad ke14. Berbagai suku bangsa para pelintas lautan pasti mampir ke kota ini, dalam perjalanan mereka menjelajah nusantara. Dan nama Cirebon yang berasal dari kata Sarumban. Cirebon pada awalnya  merupakan sebuah pedukuhan kecil yang kemudian berkembang menjadi sebuah desa yang di beri nama Caruban. Caruban berarti bersatu padu atau bercampur adalah bukti bahwa Cirebon memiliki asal usul penduduknya dari berbagai suku bangsa, mulai dari Sunda, Jawa, Tionghoa, Arab. Selanjutnya pelafalan Caruban pun berubah menjadi carbon dan kemudian menjadi cerbon. Cirebon pun terus berkembang menjadi salah satu kota besar yang ada di pulau Jawa.

Cirebon yang terletak di pesisir laut Jawa banyak menyimpan potensi perairan yang menjanjikan. Nelayan pun banyak yang menggantungkan penghasilannya dari potensi perairan sekitar laut sebelah utara Cirebon. Selain menggantungkan dari potensi yang sudah ada, para nelayan juga mencoba dengan membuat rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. Salah satu tempat yang banyak nelayan mengusahakan rumpon adalah di dearah Cangkol. Ditempat ini, nelayan mengumpulkan material rumpon, seperti ban bekas, bambu, batu atau beton sebagai pemberat, dan daun kelapa hijau. Material bambu atau ban bekas disusun menjadi blok-blok besar sebagai rumah ikan. Di sekitar bangunan rumpon di sematkan daun kelapa yang hijau sebagai rumah bertelur dan berkembangbiak anak-anak ikan. Setelah selesai disusun, rumpon ini di angkut ke atas kapal dan di bawa ke tengah laut. Dengan bantuan batu atau beton sebagai pemberat, rumpon-rumpon ini di turunkan di kedalaman laut Jawa. Kedalaman perairan ini berkisar antara 30 hingga 50 meter. Masing-masing nelayan menandai rumpon-rumponya di peta GPS, untuk memudahkan mengechek dan memanen hasilnya. Dan biasanya setelah sebulan di tanam, rumpon sudah mulai terisi dengan ikan-ikan karang, seperti kerapu, kuniran, ikan tompel, kakap merah, dan lain sebagainya. Dalam kurun waktu sebulan, rumpon ini bisa di panen sebanyak tiga hingga empat kali.

Pada satu kesempatan saya dan teman-teman mendapat kesempatan untuk turut serta salah seorang nelayan rumpon yang akan memanen hasil usahanya. Untuk menuju spot memancing di rumpon di perlukan waktu antara 3 hingga 6 jam perjalanan laut dengan kapal nelayan. Kami berangkat dari dermaga Cangkol sekitar jam 12 malam, sebelum air di sekitar dermaga surut. Segala perbekalan, umpan dan perlengakapan memancing harus segera di pindahkan ke atas kapal agar kapal bisa segera melepas jangkar. Kapal pun segera meninggalkan dermaga Cangkol. Keadaan yang masih gelap membuat kami memutuskan untuk beristirahat saja. Segera di gelar tikar dan sleeping-bag, untuk menghangatkan badan dari terpaan angin laut yang cukup kencang. Z z z z z z.

Menjelang matahari terbit, kami sudah sampai di spot memancing rumpon. Rencananya ada beberapa rumpon yang akan kami kunjungi, untuk panen ikan sekaligus mengecek kondisinya. Rumpon yang masih bagus, ikan akan terangkat banyak dan juga memiliki variasi berat yang beragam mulai dari 1 hingga 6 kg. namun kondisi yang kurang bagus, ikan-ikan targetnya kurang maksimal, kadang malah tidak ada ikannya. Segera kami menyiapkan perangkat untuk memancing, seperti joran, reel, hingga hook yang akan kami gunakan. Untuk memancing di spot rumpon, biasanya menggunakan tehnik dasaran dengan jumlah hook minimal dua. Menggunakan umpan udang putih seukuran jari, kami segera menurunkan mata kail di kedalaman 30 - 40 meter. Berada di rumpon yang sehat, ikan-ikannya sudah pasti banyak bergerombol dan variasi ikan juga banyak. Tak perlu waktu lama untuk menunggu ikan makan, bahkan sebelum pemberat di ujung mata kail menyentuh dasaran, ikan sudah menyerobot umpan udang. Strike .. strike ... dan terus strike .. ikan-ikan karang penghuni rumpon terus kami naikkan ke atas kapal, seperti kakap merah, ikan tompel( Jenaha), kerapu, dan lain sebagainya.

Namun ikan memiliki habitat untuk berburu makanan. Ikan-ikan yang senang bergerombol ini akan menghilang sekitar jam 9 pagi. Siang hari ikan-ikan ini akan mengganas lagi untuk berburu makanan.


Lewat jam 9, kami bergeser ke beberapa rumpon lain. Namun sayang tidak banyak ikan yang berhasil kami tangkap. Hanya beberapa ikan karang, seperti Jenaha dan Kuniran. Selanjutnya kami bergeser lagi ke spot yang ke tiga. Di tempat ini ikan juga tidak banyak yang memakan umpan kami. hanya ikan kuniran yang berhasil kami angkat ke atas kapal. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi antara lain, suhu dan arus air laut yang mulai berubah.

Menjelang siang kami mengakhiri memancing di sekitar rumpon laut Jawa ini, dan saatnya kembali ke dermaga Cangkol. Sungguh sangat menyenangkan dengan sensasi strike di sekitar rumpon. Perjalanan panjang menuju rumpon terbalaskan dengan strike ikan-ikan karang yang kadang memberikan perlawanan saat fight.

SALAM STRIKE ... keep fishing

STOP BOM, RACUN laut KITA ..

sumber : wikipedia

Senin, 10 April 2017

Strike Tengiri by Yohan-han



Setelah menempuh trip panjang di beberapa spot memancing di Jawa Timur(Surabaya) hingga Madura, akhirnya sampai juga kami di spot Pantai Tamban, Malang Selatan. Lokasi ini sejatinya merupakan tempat wisata bagi warga Malang dan Jawa Timur pada umumnya.
Pantai Tamban  terletak di desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang. Pantai Tamban posisinya bersebelahan dengan pantai Sendangbiru. Pantai Tamban terletak sekitar 65 kilometer arah selatan dari pusat kota Malang.
Berbagai fasilitas umum cukup tersedia dikawasan ini, mulai dari MCK, tempat ibadah, lahan parkir, hingga tempat untuk menikmati kuliner lokal. Kapal-kapal nelayan siap mengantarkan para pelancong yang ingin menikmati serunya gelombang pantai selatan, sembari menikmati indahnya pemandangan alam di sekitar batu-batu karang.
Selain di peruntukkan bagi pelancong sekitar pantai Tamban, perahu-perahu nelayan ini juga bisa digunakan untuk teman-teman pemancing berburu ikan-ikan pelagis di sekitar perairan laut selatan lepas pantai ini.

Setelah menempuh perjalanan selama lima hingga enam jam dari Surabaya, kami menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak di rumah kapten kapal yang akan mengantar kami keesokan harinya. Usai cukup beristirahat dan membersihkan diri, kami segera menikmati menu sederhana yang disediakan kapten kapal. Selain itu, kami juga menyiapkan tackle yang akan kami gunakan untuk berburu ikan-ikan pelagis. Piranti yang kami gunakan rata-rata mulai dari medium-hard hingga hard tackle, karena target yang akan kami buru adalah dengan ukuran 5kg-up. Beberapa ikan yang menjadi target kami adalah Giant Trevally, Tenggiri, dan Barakuda.

Segera setelah selesai sarapan dan setting piranti memancing, kami segera menuju kapal memancing. Kami membagi tim memancing menjadi dua kapal, dan kapal pun segera meninggalkan pantai Tamban menuju perairan lepas. Sejenak lepas dari pantai Tamban, matahari masih bersinar cerah. Namun setelah sekitar limabelas menit berada di laut lepas, hujan deras menerpa kami. Lumayan juga hujan-hujanan di tengah laut. Beruntung kami sudah membekali diri dengan rain-coat dan juga jaket pelampung. Dan beberapa kali mencari spot-spot yang potensial di pinggir-pinggir karang, akhirnya kami berhasil strikeee. Salah satunya adalah ko Yohan-han. Dengan menggunakan umpan popper, setelah melempar di sekitar riak-riak ombak, seekor ikan berhasil hook-up di ujung mata kailnya. Joran spinning-nya terus di pompa bersamaan dengan menggulung reel, untuk memaksa ikan segera merapat ke pinggir kapal. Dan dengan perjuangan singkat akhirnya seekor tenggiri sukses landed di atas kapal katir.

keep fishing, keep strike ...

STOP nge-BOM, STOP nge-RACUN, STOP SETRUM ..

Jumat, 07 April 2017

Fishing Yellow Fin Tuna - Wetar - by Riki


Yellow fin tuna atau Tuna sirip kuning atau juga biasa di singkat dengan YFT, merupakan spesies dalam keluarga Tuna. Dengan ciri-ciri disik yang mirip torpedo, YFT merupakan perenang cepat dan salah satu penjelajah lautan. YFT biasa berburu mangsa di pagi hari, sebelum matahari terbit.

Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) adalah spesies yang banyak ditemukan di perairan pelagik samudera tropis dan subtropis di seluruh dunia. Tuna sirip kuning merupakan ikan kesukaan kesukaan para penggemar olahraga memancing. Kecepatan berenangnya menjadi salah satu tantangan para angler saat "fight" setelah strike. Efek joran melengkung dan bunyi derik reel hasil strike dengan ikan berbentuk seperti torpedo ini, menjadi incaran para angler saat bermain di laut lepas. Beberapa pemancing mempercayai jika YFT merupakan ikan tercepat dan terkuat untuk bahan dalam permainan olahraga memancing. Selain itu kualitas dagingnya menjadi incaran para pecinta kuliner ikan dan juga restoran-restoran masakan Jepang, seperti shasimi. 

Yellowfin Tuna adalah salah satu spesies tuna yang bisa mencapai berat lebih dari 180 kg (400 lb). Namun  lebih kecil dari yang ada di sekitar samudra Atlantik yakni Tuna Sirip Biru,  yang bisa mencapai lebih dari 450 kg (990 lb). Pada kedua sirip punggung dan sirip dubur, serta sirip tambahan antara sirip dan ekor, berwarna kuning cerah. Ini yang menjadikan ikan ini mendapat sebutan Sirip Kuning. Sementara di punggung kedua dan sirip anal pada spesies dewasa, hingga mendekati ekor, membentuk seperti sabit atau pedang. Sirip dada juga lebih panjang dari sirip biru tuna sejenis. Warna tubuh utamanya adalah biru metalik yang gelap, berubah menjadi perak di perut, dan memiliki sekitar 20 garis vertikal. 

video : Riki yang berada di kapal Natalia mencoba menggunakan joran spinning dan umpan metal-jig Gomame. Tak perlu lama untuk menggoda ikan di sekitar perairan Wetar, Nusa Tenggara Timur ini. Di saat jam ikan frenzy, umpan metal-jig yang baru di turunkan di setengah air, langsung di hajar ikan yang sedang mencari mangsa. STRIKEEE .. dan setelah strike bunyi reel yang berdecit menjadi pemacu adrenalin pemancing untuk bertarung dengan semangat untuk segera menaklukan ikan. dan setelah bertarung beberapa waktu akhirnya seekor ikan target, YFT sukses landed di atas kapal.