Selasa, 24 Januari 2017

Fishing Journey to Raja Ampat #3



Hari ke – Empat / 12 Januari 2017 - Gag island
Suasana di belakang kapal, joran pancing

Gerimis di pagi hari, menyambut kami mengawali hari. Teman-teman pemancing memainkan tehnik dasaran, casting, dan popping di beberapa spot kapal. Menjalang pukul 07.00wit, matahari masih malu-malu memunculkan diri. Sementara anak buah kapal beres-beres perlengkapan dan koki pun siap memasak untuk menu sarapan, dengan bahan dari ikan hasil tangkapan kami.

Menu sarapan sudah tersedia

Menu sarapan sudah matang dan di persiapkan koki kapal, kami pun segera menyantapnya dengan lahap.

Selesai sarapan, kapal mencoba bergeser satu mil laut ke arah timur. Tehnik cast-jig yang coba diaplikasikan di spot ini. Dengan jig-jig berukuran di bawah 150 gram, para pemancing mencoba menggoda ikan di kedalaman air laut. Hal ini dengan harapan, tanpa banyak memerlukan tenaga untuk memainkan joran, ikan masih akan tertarik dengan umpan yang berkilauan. Matahari mulai bersinar terang, menjelang tengah hari.
Siang harinya, koki kapal kembali menyiapkan menu makan siang, ikan-ikan hasil tangkapan teman-teman pemancing dengan di goreng.

Usai makan siang, kami mencoba eksplore beberapa titik memancing, dengan tehnik jigging dan dasaran. Matahari bersinar cukup terik dan membuat kami cukup kehausan. Membayangkan,
segelas es teh tawar tampaknya sejuk di tenggorokan, hmmmm.

Tiba-tiba ada info penting dari kru kapal, persediaan air mulai menipis, demikian juga dengan persedian air galon untuk memasak. Sementara untuk air minum masih banyak persediannya.

Sementara kapal masih mencoba eksplore spot-spot karang di kedalaman 70 - 100m. Namun tidak banyak ikan tangkapan yang berhasil kami naikkan ke atas kapal.

Dan akhirnya, sore hari kami mampir ke pulau Gag, untuk menambah pasokan air bersih, membeli beberapa kebutuhan dapur, bumbu2, makanan kecil, kepiting, kelapa muda, dan lain sebagainya.

Suasana di Pulau Gag, Raja Ampat
Di pulau ini ada perusahaan tambang nikel, PT. Gag-nikel. Mereka yang menyediakan kebutuhan pokok, seperti air bersih dan listrik bagi warga sekitar pulau.
Kru sempat berinteraksi dengan warga sekitar, bermain di pelabuhan, melihat2 suasana sekitar pulau, bermain snoorkling, dan tak lupa berkunjung ke kepala kampung untuk beramah tamah.

Air bersih baru bisa di loading ke kapal setelah lepas gelap, karena listrik untuk menyalakan genset pompa air baru menyala saat jam 18.00 setempat.
Selepas magrib, kapal bergeser ke pelabuhan milik pt. Gag-nikel untuk loading air bersih. Selain itu kelapa muda, kepiting dan lobster juga di beli dari penduduk lokal yang menernakannya.

Loading air bersih  ke kapal

Menjelang pukul 19.00wit lewat, tangki air di dasar kapal sebanyak dua setengah ton sudah penuh. Kapal motor Martabe pun segera meninggalkan pelabuhan PT. Gag-nikel. Sembari kapal melaju menuju spot memancing, kru kapal segera menyiapkan menu makan malam, ada lobster, kepiting, dan ayam masak kecap juga.
Malam bertambah kelam, kapal sudah sampai di spot memancing yang ideal, namun jangkar kapal tak kunjung nyangkut di dasar laut. Karena masih banyak lumpur dan kapal berada di posisi kaki gunung laut dan mengikuti arus.
Hingga waktu dua jam untuk memastikan spot yang potensial dan jangkar mendarat dengan sempurna di dasar laut.
Teman2 pun segera menurunkan jignya dan umpan potongan tongkol. Beberapa ikan berhasil di angkat ke atas kapal, dogtooth tuna, barakuda, big eye trevally, dan beberapa ikan karang.
Menjelang pagi, teman-teman mulai beristirahat, Langit juga mulai mendung.

... bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar